Text
Koreksi terhadap Ajaran Tasawuf
Pada hakikatnya, ajaran tasawuf yang dianut umat Islam -- baik wihdah al-wujud, wihdah asy-syuhud, al-ittihad, al- ittishal, al-hulul, ataupun al-liqa'-- bercorak panteistis, demikian Abdul Qadir Djaelani memulai prolognya. Panteisme, menurutnya, merupakan hasil dari konsepsi filsafat yang disebut monisme, yaitu konsepsi yang menyatakan bahwa Tuhan dan alam adalah satu. Bahkan jika dirunut lebih jauh lagi, konsepsi monisme dengan panteismenya ternyata bersumber dari ajaran Hindu. Penulis yang telah bergelĂșt lama dalam dakwah islamiyah -- di samping berperan aktif dalam berbagai organisasi Islam-- merasa gemas melihat merebaknya tasawuf (tarekat) di kalangan umat Islam. Bermodal pengalaman yang ada dia melontarkan kritik yang cukup tajam terhadap tasawuf termasuk terhadap tokoh-tokohnya yang ia anggap melenceng
dari Islam, semisal al-Hallaj dan Ibnu Arabi.
Satu per satu Abdul Qadir menyoroti metode ajaran tasawuf yang menurutnya menyimpang dari Islam, seperti zuhud, bai'at dan ketaatan mutlak, wasilah dan rabithah, serta uzlah dan khalwat. Ia juga menghujat praktik ekstase (junun) yang dilakukan para sufi.
Sebagai sebuah kritik, buku ini bisa menjadi bahan renungan sekaligus perbandingan: benarkah pemahaman kita terhadap tasawuf selama ini?
Tidak tersedia versi lain