Esai sosial-politik mengenai relasi kompleks antara penguasa dan rakyat/intelektual, yang digambarkan dengan nuansa "kegetiran" atau kesedihan.
Sebagai Homo Simbolikum, manusia akan kerap berupaya untuk memproduksi makna dan menafsirkannya—umumnya, bahasa menjadi piranti utamanya. Ihwal bahasa, tampaknya menarik untuk dijelasterangkan apa yang Betrand Russel sampaikan bahwa pemahaman secara benar atas struktur realitas akan bergantung pada ketepatan dalam menyusun simbol-simbol kebahasaan secara logis. Itulah sebabnya, komple…
Pada mulanya adalah kata dan selebihnya adalah problem. Dalam antrian, benar jika kaum filsuf mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh kata-kata. Namun, pada saat yang sama, pengalaman manusia bersama kata-kata menyisakan problem. Problem itu, salah satunya sebagaimana ditunjukkan oleh Achmad San dalam buku ini, adalah tidak memadainya bentuk-bentuk majas yang kita kenal di bangku sekolah.
Representasi visual lanskap alam Sunda abad ke-19 dalam ilustrasi-ilustrasi Junghuhn dapat menjadi titik tolak untuk melakukan refleksi ulang atas hubungan seni, ilmu, dan filsafat. Lebih jauh, mosaik peninggalan Junghuhn dapat melengkapi alat0alat yang dibutuhkan untuk sekadar mendefinisikan ulang identitas kesundaan.
Catatan tentang perubahan besar-besaran di Indonesia yang terjadi pada 1970-1980an, meliputi situasi politik, sosial budaya, praktik keagamaan, hingga penetrasi kesenian dan kebudayaan. Sebuah catatan sejarah penting tentang ketidaksiapan masyarakat dalam menerima modernisasi. Meski ditulis pada masa orde baru, berbagai praktik ketimpangan sosial pada masa itu kembali kita jumpai lagi pada situ…
Beruk, Gendhon, dan Penceng adalah nama dari tiga anak cucu Simbah -Cak Nun, yang hadir dalam buku ini. Sebagaimana orang yang dituakan, Simbah selalu dimintai saran, nasihat, atau pendapat sebelum anak cucunya memutuskan suatu hal. Tulisan Cak Nun dalam buku ini bergaya novel, melibatkan fenomena yang terjadi di masa kini dan lampau, mulai dari agama, politik, budaya, sejarah, hingga kehidupan…
Dalam kumpulan tulisan yang pernah terbit di berbagai media ini, Cak Nun mencoba menempatkan agama, dalam hal ini Islam, sebagai jalan pemerdekaan. Lewat ini pula manusia dapat menari-nari dengan imajinya sendiri.
Buku Sarinah ini pertama kali terbit pada November 1947. Isinya merupakan kumpulan bahan pengajaran Bung Karno dalam kursus wanita. Melalui buku ini, Bung Karno mengkritisi kebanyakan laki-laki yang masih memandang perempuan sebagai “suatu blasteran antara Dewi dan seorang tolol. Ini adalah ‘kado’ Bung Karno buat semua wanita Indonesia, sebagai pedoman untuk menjadi wanita revolusioner ya…
Setiap orang pasti memilih pemimpin yang bisa dipercaya. Namun, percaya membabi buta kepada pemimpin tersebut justru bisa menjadi persoalan. Berprasangka baik memang perbuatan yang dianjurkan. Namun, selalu berprasangka baik tanpa sedikit pun meletakkan sikap kritis malah membahayakan. Melalui Pemimpin yang "Tuhan", Cak Nun mengajak pembacanya untuk mawas diri. Tidak hanya kepada pemimpin yang …