Buku ini menyajikan seorang tokoh yang kontroversial secara utuh dan berimbang bukanlah persoalan yang mudah. Sebab hal ini merupakan sebuah upaya untuk memandang secara jernih diantara hiruk pikuk pujian dan celaan yang di alamatkan kepada tokoh yang bersangkutan, sehingga dapat menimbulkan kekaburan terhadap jadi diri yang sesungguhnya.
Dalam agama Islam, Hadits merupakan pilar kedua setelah Al-Qur'an. Keduanya merupakan cahaya petunjuk yang mengantarkan terwujudnya kemaslahatan hidup, baik di dunia dan akhirat. Kehadiran buku ini menjadi salah satu referensi penting guna menolak gagasan orientalis dan menjawab tuduhan miring dari kelompok penentang hadits.
Sebelum kita mempeladjari Sjarahan Hadiets, baik mengenai Mufradat-nja, maupun mengenai Tarkieb-nja, sebelum kita memahami Dalalah-nya, rahsia-rahsia jang dikandung olehnja dan sebelum kita menindjau apa-apa (soal-soal) jang telah di-istidlal-kan para ahli daripadanja, baik benarlah kita mendahulinja dengan mempeladjari -walaupun setjara ringkas- beberapa soal penting terhadap Ilmu Hadiets.
Buku ini meriwayatkan penyusunan Al-Qur'an sampai menjadi mashaf seperti sekarang ini. Di samping itu, terdapat juga uraian-uraian mengenai kebudayaan, kesenian, politik dan perekonomian yang sekarang mempengaruhi kehidupan hampir sepertiga penduduk dunia.
Buku ini membahas secara luas dan mendetail, tentang sejarah dan pengantar Ilmu Hadits. Inti pokok pembahasannya antara lain mencakup tentang: Riwayat perkembangan dari pembukuan hadits dari masa ke masa hignga sampai ke masa terhimpunnya dalam Dewan-dewan hadits yang mu'tabar dan bahasan lainnya.
Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis Al-Qur'an yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka "ilmiah" Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan Al-Qur'an serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini.
Pada 1765, sebelas tahun menjelang Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, Thomas Jefferson membeli Al-Qur'an. Rupanya, ini hanya menandai awal dari minatnya yang panjang terhadap Islam. Buku ini mengungkapkan cerita penting yang sedikti diketahui ihwal riwayat kebebasan agama di AS; sebuah drama di mana Islam memainkan peran mengejutkan.
Fatoohi dan Al-Darazelli memulai penelitian dengan keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah firman Tuhan, sehingga hanya memuat informasi akurat tentang peristiwa-peristiwa historis. Oleh karena Eksosdus Bani Israel telah mendapat banyak perhatian dari para pakar Bibel, penulis juga berusaha mengajukan pandangan alternatif berdasarkan informasi Al-Qur'an.
Buku ini berisi kisah-kisah dari kaum salaf terhadap Al Quran. Mereka betah berlama-lama membacanya, bahkan ada yang sampai sakit karena sentuhan ayat-ayatnya. Mereka patuh serta tunduk di hadapan firman-firman Allah. Buku Kisah kaum Salaf Bersama Al Quran ini, menyajikan potret yang indah tentang bagaimana mereka mulia dan hebat bersama Al Quran.
Status Isa Al-Masih yang diciptakan tanpa ayah bukan berarti menempatkannya sebagai tuhan. Karena meskipun tanpa ayah, ahl itu tidak menghalangi statusnya sebagai mahluk. Karena itu Allah menciptakannya seperti halnya Dia menciptakan Adam dari tanah tanpa ayah dan ibu. Setiap orang yang membaca buku ini akan mendapatkan fakta yang jelas, karena buku ini memberikan sebuah persepsi yang kuat da…