Buku ini hadir justru dari sebuah ketidakmungkinan, sebuah batas, yang seperti garis tepi, adalah akhir bagi satu ranah tetapi sekaligus awal bagi ranah yang lain, yaitu ketidakmungkinan ontologi untuk berbicara tentang Wujud. Ranah ontologi, dalam pengertian tradisionalnya, selalu berbatas dengna logos, dengna bahasa, dengan kata. Menyadari keterbatasan itu, penulis segera mengevakuasi Wujud d…